Kamis, 20 Mei 2010

kau..

berteriak lantang dalam lirihku
akulah benih yang dicampakkan sang mentari
berharap hujan menghidupkan dari dormansiku
meski harus badai yang mengantarkannya

aku hanya kayu lapuk yang rentan oleh hujan
yang kalah oleh panas sang surya
yang oleng karena angin
lalu patah
lalu hancur
dan mati

dan kurasa bumi ini pun benci padaku
lalu dengan apa ku merayu

mei 2010, gtf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar